Rabu, 15 Juni 2011

Hari Lingkungan Hidup dan Refleksi Pelestarian Hutan Pesisir Bangkalan

                                  Salah satu kawasan hutan manggrove di pesisir pantai
                                    utara Bangkalan

     Hari Lingkungan Hidup se-dunia yang jatuh pada tanggal 5 Juni 2011, kemarin, tampaknya memberikan arti tersendiri bagi Kabupaten Bangkalan, sebagai salah satu wilayah kepulauan  Madura yang memiliki keadaan alam yang kompleks terdiri dari daratan dan perairan. Berangkat dari Tema HLH 2011 yang ditetapkan oleh UNEP adalah  "Forest : Nature At Your Service" dan tema untuk Indonesia adalah " Hutan Penyangga Kehidupan ", mendesak kita untuk segera mengevaluasi dan mengkalkulasi kembali seberapa jauh konsistensi yang bisa diwujudkan dalam menganut model pembangunan yang berbasis lingkungan.
        
       Terlepas dari berbagai adanya rencana akselerasi pembangunan dan pengembangan wilayah di beberapa kawasan pesisir Bangkalan, yang berdampak pada alih fungsi kawasan. Beberapa upaya penting telah dilakukan Pemkab Bangkalan melalui program pelestarian kawasan hutan yang telah dilakukan pada kurun waktu lima belas tahun terakhir ini. Diantara kegiatan yang terus dilakukan sampai saat ini adalah pengembangan hutan bakau disepanjang kawasan pesisir utara maupun pesisir selatan Bangkalan. Beberapa jenis tanaman bakau yang cocok ditanam di dua kawasan ini disamping jenis manggrove, api-api dan tinjang juga cocok pula untuk jenis pohon nipah (arosbaya). Hutan - hutan bakau sepanjang pesisir Bangkalan ini, beberapa tahun ini telah berhasil mengurangi tingkat abrasi air laut disamping telah menjadi habitat beberapa jenis unggas dan kaya dengan aneka ragam hayati binatang laut.
       
                                             Penanaman Mangrove di pantai Tengket, Arosbaya

        Terdapat pula beberapa lokasi kawasan pesisir yang sampai saat ini belum dapat dihutankan lantaran tingginya tingkat abrasi air laut seperti pesisir desa sukolilo timur, batah barat maupun pesisir desa pangpajung. Namun demikian, untuk mendukung program penghijauan wisata pantai selatan ini beberapa upaya terus tetap dilakukan, diantaranya dengan membangun ' break water '.

 
                                                               Hutan jati di kawasan Geger


        Salah satu kawasan hutan di Bangkalan yang masih tetap terpelihara baik adalah hutan jati yang berada di desa Geger, Kec.Geger yang merupakan dataran tertinggi di kawasan Bangkalan. Kawasan yang masuk kategori hutan konservasi ini terintegrasi dengan makam 'potre koneng' yang legendaris. Kawasan hutan ini merupakan salah satu objek wana wisata dan wisata religi, karenanya wilayah ini termasuk kawasan cagar alam sekaligus cagar budaya. Selain hutan yang dikelola oleh negara tersebut, terdapat pula kawasan hutan jati yang cukup luas dan lokasinya tidak jauh dari hutan di Geger, yaitu hutan rakyat di desa Togubang. Karena dinilai sangat potensial, kawasan ini kedepan direncanakan selain objek wana wisata juga akan dikembangkan menjadi kawasan dan arena olahraga para layang karena ketinggiannya yang sangat ideal dan berpanorama indah.


                                Tangga menuju Hutan Geger dan Makam Potre Koneng

Senin, 13 Juni 2011

Kapolda Cup : Event Bull Race Bangkalan


Setelah sukses menggelar acara gelar kerapan sapi seri ekshibisi, pada jum'at (27/5) lalu, kini Pemda Bangkaan tengah sibuk mempersiapkan acara yang sama.  Acara atraksi yang sarat dengan nilai budaya madura ini, rencananya akan dihelat di alun alun Bangkalan, pada hari minggu depan (19/6).  Kerapan sapi yang bertajuk  'Bull Race Event', kali ini bukan lagi merupakan ekshibisi, melainkan seri kejuaraan memperebutkan piala 'Kapolda Cup' Jawa TimurBertempat di alun alun Bangkalan, acara ini akan diikuti oleh peserta pasangan sapi dari berbagai daerah Jawa Timur, khususnya peserta pasangan sapi yang berasal dari 4 (empat) kabupaten di wilayah madura. Perlu diketahui, event yang bertujuan untuk melestarikan warisan nilai budaya daerah ini, tidak hanya dilakukan secara temporer seperti kali ini, melainkan telah menjadi kalender tetap tahunan, yang merupakan event kerapan sapi se madura dalam rangka memperebutkan Piala Bergilir Presiden RI.  Acara yang biasanya di selenggarakan pada setiap bulan oktober tersebut dilaksanakan secara berjenjang mulai jenjang di masing - masing 4 (empat) kabupaten : Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep. Finalis masing - masing daerah ini maju dalam sesi grand final, memperebutkan kejuaraan umum.

Jumat, 10 Juni 2011

Drainase di kota Bangkalan

Bersama dengan sekuat tenaga. berupaya mencegah terjadinya banjir di kota Bangkalan melalui pembangunan sistem drainase perkotaan dengan berbasis partisipasi.